Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Desember 2009

Aroma Pemicu Rasa Kenyang Berhasil Diciptakan

Aroma Pemicu Rasa Kenyang Berhasil Diciptakan

Nurul Ulfah - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: herdaily)
Amsterdam, Hanya dengan mengunyah, seseorang bisa kenyang. Itulah penemuan terbaru yang berhasil dikembangkan peneliti Belanda. Ilmuwan menciptakan makanan dengan aroma yang bisa menekan rasa lapar.

Penemuan ini diharapkan bisa membantu mereka yang sulit mengontrol nafsu makan dan juga penderita obesitas.

Rianne Ruijschop dan rekannya sudah lama merancang makanan yang bisa mengatasi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang tanpa menambah asupan kalori ke dalam tubuh. Dan akhirnya setelah beberapa tahun melakukan studi, makanan itu akhirnya terwujud.

Makanan itu akan memicu rasa kenyang karena selama mengunyahnya akan dilepaskan aroma yang mengandung molekul aktif yang dapat mengirim sinyal kenyang dan penuh ke otak.

"Jadi, hanya dengan mengunyah, perasaan kenyang pun sudah timbul," kata Ruijschop seperti dikutip dari Healthday, Selasa (22/12/2009).

Dalam studinya, Ruijschop menemukan bahwa aroma sintesis yang dibuatnya di laboratorium berhasil mempengaruhi otak seseorang untuk berhenti makan.

Meski sudah terbukti mengurangi rasa lapar pada beberapa panelis, tapi Ruijschop berharap bisa melakukan studi klinis dalam skala yang lebih besar.

Harapan lainnya adalah agar aroma pemicu rasa kenyang yang berhasil dibuatnya bisa diaplikasikan para produsen industri pangan guna menekan tingkat obesitas yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya.

luka bakar jangan diolesi odol


Luka Bakar Jangan Diolesi Odol atau Minyak
Vera Farah Bararah - detikHealth-->
Ilustrasi ( Foto: traumanotes)Jakarta, Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara mengatasi luka bakar yang benar?Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar."Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya," ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa(22/12/2009).Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja."Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas medis untuk mengobati," tambahnya.Bila luka bakar yang dihasilkan kecil misal hanya terciprat minyak goreng, maka setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar disekitar kulit yang terbakar. Tapi jika lukanya besar misal tersiram air panas maka setelah dibersihkan harus dibawa kerumah sakit.Sekali lagi, jika terjadi luka bakar hindari menggunakan odol atau margarin. Tapi cukup bersihkan dengan air mengalir saja.

Minggu, 20 Desember 2009

Dokter Juga Bisa Kadaluwarsa Pengetahuannya

Dokter Juga Bisa Kadaluwarsa Pengetahuannya

Nurul Ulfah - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: ABCNews)
Ontario, Pernahkah bertemu dokter yang tidak bisa menjawab pertanyaan dan hanya berkata 'Saya tidak pernah mendengar hal itu sebelumnya". Jangan kira dokter yang sudah senior lebih berpengalaman karena seorang dokter juga bisa kadaluwarsa pengetahuannya.

Banyak dokter yang tidak memperbarui (update) dirinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan terbaru. Menurut peneliti dari McMaster University, Hamilton-Ontario, kebanyakan dokter tipe itu adalah dokter-dokter yang sudah senior.

Para pakar setuju bahwa faktor yang membuat dokter senior kesulitan mengikuti perkembangan dunia medis adalah faktor waktu dan kurangnya motivasi untuk mengupdate diri.

"Meskipun dengan membaca jurnal bisa membuat dokter tetap update, tapi tetap saja tidak realistis jika mengharapkan dokter itu bisa mengerti penuh apa isi jurnal itu tanpa praktik langsung," kata Gordon Guyatt, MD dari McMaster University, Hamilton-Ontario seperti dilansir dari ABCnews, Kamis (17/12/2009).

Pada tahun 2005, sebuah survei yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan adanya korelasi antara peningkatan tahun praktik seorang dokter dengan penurunan kualitas pelayanan kesehatannya pada pasien.

Menurut investigasi yang dilakukan oleh peneliti Amerika, dokter muda lebih efektif menangani pasien daripada dokter yang sudah senior dan berpengalaman. Peneliti mengatakan efek kadaluarsa pun bisa terjadi pada dokter.

Semakin lama seorang dokter lulus dari sekolah kedokterannya maka semakin tidak efektif dirinya mengatasi pasien dan melakukan teknik-teknik pengobatan.

Penggunaan teknologi menjadi kelebihan yang dimiliki dokter muda dibanding dokter senior. Dokter-dokter muda di masa kini lebih banyak mengandalkan internet daripada jurnal-jurnal tua yang kebanyakan dibaca oleh dokter senior sehingga pengetahuan medisnya pun selalu update. Mereka pun lebih banyak terlibat pada penelitian-penelitian medis terkini dibanding dokter senior.

Untuk itu, selain mengandalkan dokter sebaiknya pasien juga harus pintar. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang penyakit yang diderita dan obat yang diresepkan.

"Jangan ragu-ragu untuk menanyakan pada dokter apakah obat yang diberikan aman dan direkomendasikan, apakah ada efek sampingnya atau adakah bukti yang menunjukkan obat itu berhasil atau tidak," kata Guyyat.

Selama dokter bisa menjawab semua pertanyaan itu, artinya dokter itu terus update. Pilih dokter muda atau dokter senio, semuanya terserah Anda.(fah/ir)

Rasa Sakit Bertambah Parah Karena Pikiran Negatif

Rasa Sakit Bertambah Parah Karena Pikiran Negatif

Nurul Ulfah - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: dok detikHealth)
Washington, Rasa sakit bisa terasa lebih sakit jika perasaan seseorang sedang jelek atau bad mood. Jadi jika sedang sakit sebaiknya jangan berpikir hal-hal yang negatif karena itu hanya akan memperparah rasa sakit yang diderita.

Menurut studi yang dipimpin Mathew Roy dari Columbia University, rasa sakit yang dikombinasi dengan perasaan negatif hanya akan menambah rasa sakit itu.

Bersama rekannya, Roy memberikan elektrik shock pada 13 partisipan untuk mengukur tingkatan rasa sakit dan reaksi spontan. Beberapa saat setelah diberi elektrik shock, partisipan diperlihatkan gambar yang menyenangkan, tidak menyenangkan dan gambar netral.

Peneliti mengamati otak partisipan secara simultan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Hasilnya, partisipan yang melihat gambar tidak menyenangkan yang memicu perasaan negatif (bad mood) merasakan sakit yang lebih besar sesaat setelah diberi elektrik shock.

Hasil scan otak pun menunjukkan bahwa bagian otak yang mengontrol rasa sakit menjadi kurang aktif saat partisipan melihat mereka merasa bad mood. Namun setelah moodnya ditingkatkan dengan cara mendengarkan musik, rasa sakit itu perlahan berkurang.

Studi ini menunjukkan bahwa perasaan atau pikiran jelek yang timbul akan berdampak langsung terhadap rasa sakit. Hal ini juga semakin menguatkan teori bahwa seseorang yang sedang sakit memang harus diberi pikiran positif dan menyenangkan karena jika sebaliknya, hal itu hanya akan menambah rasa sakitnya saja.

"Cukup dengan meningkatkan mood seseorang agar lebih bahagia, Anda akan membantunya mengurangi rasa sakit. Untuk itu makanya ibu hamil yang akan melahirkan sebaiknya diberi pikiran-pikiran positif dan lingkungan yang menyenangkan agar rasa sakitnya berkurang saat melahirkan," kata Roy seperti dikutip dari Geniusbeauty, Jumat(18/12/2009).

Studi ini menguatkan studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa melihat gambar orang terkasih bisa mengurangi rasa sakit.

Orgasme Dan Manfaatnya Buat Kesehatan

Orgasme Dan Manfaatnya Buat Kesehatan

Apa hebatnya seks tanpa orgasme! Pastinya setiap orang menikmati saat-saat puncak ini sewaktu bercinta. Biasanya, semakin bertambah usia, orang cenderung semakin tak menaruh perhatian pada hal-hal terkait seks. Setiap pasangan makin merasa nyaman dengan hubungan yang mereka jalani selama bertahun- tahun dan bahkan agak sulit menikmati romatisme di senjahari bersama pasangan, yang ada malah tenggelam dalam kesibukan pekerjaanmasing-masing. Sebenarnya, orgasme bukan hanya sekedar inti dari sebuah hubungan seksual, namun juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan.

Alfrde Kinsey, seorang psikolog melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria dan wanita di tahun 1950-an, yang membuatnya jadi terkenal saat itu. Akan tetapi informasi yang diluncurkannya sebenarnya lebih penting dari pada studi itu sendiri. Dalam salah satu laporan yang dirilis, Kinsey menyebut seks terbukti mampu mengurangi stress. Dalam laporan yang sama juga ditunjukan perbedaan besar dalam kekerasan dengan frekuensi seks dan  orgasme. Bagi kebanyakan orang yang menikmati seks dan orgasme secara teratur lebih membuat mereka tak agresif
dan tak melakukan tindak kekerasan dari pada individu yang kurang. Dari laporan ini, disimpulkan kalau kepuasan seks dan orgasme memiliki pengaruh jangka panjang dalam meredam kemarahan dan membantu keseimbangan kesehatan jiwa.
Studi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian menunjukan bahwa frekuensi hubungan seksual dan orgasme memperkecil tingkat kematian pada pria dan wanita. Sebagai tambahan, seks juga mengurangi resiko penyakit jantung pada kaum wanita. Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif cenderung lebih menikmati kehidupan dengan resiko kesehatan yang lebih rendah dibanding dengan pasangan yang kurang aktif. Dudley Chapman, seorang gynecologist, meyakini kebenaran studi yang dilakukan oleh para psikolog di universitas Wilkes, yang menyebut rgasme membantu tubuh kita memerangi segala macam infeksi. Dan inilah alasan kenapa pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif jauh dari penyakit.
Sebuah studi lain yang dilakukan di Melbourne, Australia menemukan korelasi antara ejakulasi dan kanker prostat. Beberapa pria berusia antara 20 hinga 50 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan kalau frekuensi ejakulasi mampu mengurangi resiko menakutkan dari kanker prostat. Studi ini juga menerangkan kalau bukan hanya resiko kanker prostat yang berkurang, tapi ferkuensi orgasme juga mampu mencegah rasa sakit waktu
buang air kecil pada para pria di tahun-tahun senior mereka. Dan disimpulkan dari studi tersebut kalau ejakulasi memiliki peran peting dalam memperbaiki kesehatan prostat serta mencegah masalah prostat untuk selanjutnya.

Sebenarnya, seks dan orgasme merupakan sebuah cara bagi tubuh kita untuk melepaskan stress dan kecemasan yang menumpuk sepanjang hari sejalan dengan aktivitas yang padat. Terlepas dari adanya bukti ilmiah atau bukan, yang perlu Anda sadari hanyalah bagaimana cara bersantai dan merasa tenang setelah Anda memperoleh orgasme dan
Anda akan segera menyadari kalau tubuh Anda memang membutuhkan rehat dari realitas.
sumber : id.shvoong.com

7 Alasan Orang Tertarik Narkoba

7 Alasan Orang Tertarik Narkoba

Narkoba biar sudah dikatakan berbahaya secara resmi oleh negara dan masyarakat tetap saja ada yang selalu mencari, atau memperjual belikan. Mungkin bagi kita yang sudah mengerti bahayanya narkoba bakal pikir panjang kenapa masih saja ada orang yang ‘demen’ dengan barang berbahaya tersebut.

Nah, supaya tidak terperosok ke jurang narkoba tadi, ada baiknya kita sering evaluasi diri sendiri. Simak deh alasan-alasan di bawah ini, yang menyebabkan orang menjadi pemakai narkoba. Supaya nantinya, apabila kita punya masalah yang sama bisa memilih jalan keluar lain yang lebih baik.

  1. Memakai karena ingin merasa ‘ada’. Ada kalanya kita merasa bete kalau tidak dianggap atau ditinggal, oleh teman segang atau di pesta misalnya. Perasaan tidak aman ini ingin kita singkirkan. Sayang, jalan yang diambil salah. Perasaan pede yang timbul waktu pakai narkoba itu semu alias palsu. Lebih baik tingkatkan kemampuan atau penampilan diri. Misal ikut les bahasa Inggris biar bisa ngobrol dengan orang bule dan cari suasana baru yang lebih ramah.
  2. Memakai untuk melarikan diri dari masalah atau ingin relaks. Kita sering mendengar orang bilang, “Gue lagi stress nih, gue mau fun sebentar ah!”. Nah, ini dia yang salah. Kalo lagi stress inginnya kita langsung kabur cari suasana lain yang lebih menyenangkan. Masalah tetap ada begitu kita balik lagi. Begitu juga kalo kita berusaha lari dari masalah dengan memakai narkoba. Begitu selesai efek narkobanya, masalah tetap saja ada dan harus diselesaikan pula. Lebih gawat lagi, kondisi otak dan tubuh kita sudah tidak 100% fit untuk menghadapinya.
  3. Memakai karena lagi bosen. Banyak orang memakai narkoba di saat mereka merasa bosan. Bosan dengan keadaan atau dirinya sendiri. Mereka pikir dengan memakai narkoba, suasana bosan akan hilang dengan sendirinya. Justru sebaliknya, setelah pengaruh narkoba hilang, yang timbul adalah perasaan makin frustasi karena melihat kenyataan yang tetap tidak berubah – karena memang belum diubah. Kalau merasa jenuh dengan situasi yang ada, cobalah buat sesuatu yang berbeda dari biasanya, seperti melakukan hobi atau pergi ke tempat yang baru.
  4. Memakai karena media (secara nggak langsung) masih menganggap narkoba itu keren. Boleh percaya atau tidak, dunia hiburan masih menyiarkan gambaran kalau memakai narkoba itu menarik. Memang betul kalau sekarang makin banyak penyanyi, musisi atau olah ragawan yang digemborkan sudah bertaubat dan iklan anti narkoba juga banyak disiarkan di media. Tapi lihat deh para artis atau model yang sering tampil di media cenderung berfisik kurus sekali. Atau suasana gaul anak-anak muda yang banyak dihiasi dengan pesta tidak karuan. Tidak jarang orang terkena narkoba melalui pesta-pesta macam begitu. Jadi jangan sekali-kali deh tergoda untuk tampil keren karena bujukan media. Pelangi semu itu namanya.
  5. Memakai karena merasa tambah terlihat ‘dewasa’. Nah, ini dia alasan yang salah lagi. Kebanyakan orang yang sudah berpikiran dewasa, terlalu sibuk dengan urusan kehidupannya sendiri sampai tidak terpikir untuk memakai narkoba. Mereka lebih memilih uangnya dipakai untuk keperluan biaya sekolah, makan atau mungkin keperluan rumah. Justru orang yang masih berpikiran pendek saja yang mau menghabiskan uangnya untuk konsumsi narkoba. Tapi kalau pun ada orang yang sudah berumur tua masih menggunakan narkoba, umumnya mereka sedang terkena masalah, macam depresi, frustasi dsb. Jadi bukan karena supaya terlihat dewasa.
  6. Memakai karena ingin memberontak. Banyak juga lho orang yang menjadi pemakai bukan karena kebutuhan dirinya, tapi lebih karena ingin membuat pemberontakan. Biasanya mereka ingin keluar dari norma atau aturan yang diberikan oleh keluarga dan masyarakat umumnya. Mereka pikir dengan mengkonsumsi narkoba akan terdorong untuk berani melakukan tindakan yang melanggar hukum atau sesuai dengan kehendaknya sendiri. Tapi sebenarnya yang terjadi, mereka makin tidak bisa hidup secara mandiri dan bebas lagi, karena sudah tergantung 100% kepada narkoba dan pengaruh candunya itu. Kalau ingin berontak dari pakem yang ada, coba deh cari tempat penyaluran yang baik. Misal nih dengan bermain musik atau klub olah raga. Jadi tenaga yang ada tidak terbuang percuma.
  7. Memakai karena ingin mencoba. Wajar kalau kita punya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Kita bisa mengatakan mana yang tepat apabila sudah dicoba terlebih dulu. Begitu logikanya. Tapi sebelum mencoba ada baiknya kita lihat dulu kemungkinan baik buruknya. Kalau kita disuruh mencoba lompat dari atap gedung tanpa peralatan apapun pasti bakalan nolak. Kenapa? Karena sudah tahu akibatnya, badan bisa hancur atau mungkin nyawa juga bisa hilang. Coba deh bereksperimen dengan sesuatu yang lebih ramah, macam main musik, olah raga, ikut lomba atau sekedar mengecat rambut.

Sumber : www.junaidi.web44.net

Cara menggosok gigi yang baik:


Cara menggosok gigi yang baik:

1. baby-brushing-teethSikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
3. 3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
4. 4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
5. 5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
6. 6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7. 7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
8. 8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
9. 9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
10. 10. Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.


Konsumsi Gula Buatan dan Gula Asli Bisa Kurangi Nafsu Makan

Konsumsi Gula Buatan dan Gula Asli Bisa Kurangi Nafsu Makan



img
(Foto: Reuters)
New York, Gula buatan banyak digunakan penderita diabetes untuk mengontrol kadar gulanya. Tapi penggunaan gula buatan yang digabung dengan gula asli bisa sangat berguna bagi tubuh karena memicu munculnya sekresi hormon pengurang nafsu makan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa gula buatan yang digabung dengan gula asli bisa meningkatkan sekresi hormon (GLP-1) di perut sehingga membuat orang merasa kenyang tapi tetap bisa mengontrol kadar gula darahnya.

"Meskipun belum diketahui dengan pasti, tapi penggunaan gula buatan dalam jumlah besar juga harus berhati-hati. Saat ini sedang diselidiki efek yang terkait dengan metabolisme dan berat badan," ujar Dr Rebecca J. Brown dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, seperti dikutip Reuters, Minggu (20/12/2009).

Gula buatan pada hakikatnya adalah bebas karbohidrat sehingga tidak memiliki efek terhadap tubuh dalam mengelola glukosa. Tapi ada beberapa bukti bahwa gula buatan bisa memicu sekresi glucagon-like peptide-1 (GLP-1). GLP-1 ini dilepaskan dari saluran pencernaan saat seseorang makan yang berfungsi menahan nafsu makan dan asupan kalori.

Brown melibatkan 22 orang sehat dengan berat badan normal untuk melakukan dua tes terhadap glukosa. Tes ini dilakukan untuk mengukur seberapa baik metabolisme glukosa dalam tubuh.

Peserta diharuskan konsumsi minuman kaya gula setelah berpuasa beberapa jam. Sepuluh menit sebelum mengonsumsi minuman kaya glukosa, partisipan kelompok pertama harus meminum dua pertiga dari diet soda yang mengandung gula buatan. Sedangkan kelompok lain harus meminum dulu air berkarbonasi dalam jumlah yang sama.

Ternyata didapatkan peningkatan kadar glukosa kedua kelompok tersebut sama. Tapi GLP-1 yang dikeluarkan oleh orang yang mengonsumsi diet soda yang mengandung gula buatan ditambah gula asli, ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang minum air berkarbonasi dan gula asli.

Studi yang dilakukan pada manusia dan hewan ini menunjukkan bahwa ketika gula buatan yang dikonsumsi dengan gula yang tidak mengandung karbohidrat, maka tidak akan memicu keluarnya GLP-1. Tetapi gula buatan yang dikonsumsi dengan gula asli akan meningkatkan GLP-1.

“Tapi data yang kami miliki bahwa gula buatan bersinergi dengan glukosa untuk meningkatkan GLP-1 hanya pada sukarelawan yang sehat saja,” ujar Brown.

Kesimpulan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat seberapa pentingnya peningkatan sekresi GLP-1 terhadap kesehatan. Diharapkan studi ini
juga bisa dilakukan terhadap orang yang mengidap diabetes tipe 2 serta kelainan metabolisme lainnya.


15 Batang Rokok Picu 1 Mutasi DNA

15 Batang Rokok Picu 1 Mutasi DNA

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: spiritualendeavor)
London, Peneliti menemukan setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi maka terjadi satu mutasi DNA dalam tubuh perokok tersebut. Bayangkan jika yang dikonsumsi lebih dari itu. Ini didapatkan setelah peneliti memetakan genetik dari pasien kanker paru-paru.

Peneliti dari Inggris yang melakukan studi ini mengidentifikasi 23.000 mutasi yang bertanggung jawab terhadap segala kerusakan akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok.


Seperti diketahui semua kanker disebabkan oleh kesalahan dalam kode genetik (mutasi pada DNA) yang biasanya dipicu oleh lingkungan. Peneliti berharap penemuan ini bisa mengembangkan pengobatan baru.

Cacat genetik berasal dari perubahan satu hingga ratusan kode, perubahan ini bisa berupa penghapusan atau pengaturan ulang dari kode-kode tersebut. Tidak ada satu mutasi saja yang bisa menyebabkan suatu penyakit. Sebaliknya sebagian besar penyakit kanker terjadi akibat berbagai kombinasi yang terjadi.

"Pengetahuan ini diharapkan bisa berpengaruh dalam pengobatan di masa depan. Dengan bisa mengidentifikasi gen kanker, maka pengembangan pengobatan nantinya bisa dengan cara menargetkan gen-gen spesifik yang bermutasi,” ujar ketua penelitian Dr Peter Campbell dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridgeshire, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (18/12/2009).

Penyakit kanker terjadi ketika suatu sel berperilaku tidak terkontrol sehingga tidak dapat tumbuh sebagaimana mestinya. Mutasi gen pemicu salah satunya disebabkan oleh asap rokok yang diwariskan kepada setiap generasi berikutnya misalnya sel anak, sehingga menyebabkan keturunan permanen ini bisa diturunkan.

Setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi bisa menyebabkan terjadinya satu mutasi DNA dalam tubuh dan mutasi ini bisa terakumulasi. Peneliti mendapatkan seorang yang memiliki risiko kanker paru-paru bisa dikurangi risikonya menjadi seperti orang normal setelah berhenti merokok selama 15 tahun.

Para ilmuwan menduga bahwa sel paru-paru yang mengandung mutasi berbahaya ini akan diganti oleh sel-sel baru yang bebas dari cacat. Peneliti melakukan 60 kali sekuensing DNA (urutan penentuan basa nukleotida dalam satu fragmen DNA) untuk kanker paru-paru agar bisa memberikan hasil yang akurat.

Untuk penyakit kanker paru-paru paling banyak disebabkan oleh paparan asap rokok, karenanya penyakit ini tidak hanya menyerang perokok saja tapi juga orang-orang disekitarnya yang menjadi perokok pasif. Dengan ditemukannya urutan genom tersebut, maka bisa didapatkan cetakan dari gen bermutasi yang bisa menyebabkan tumor atau kanker.

Jika setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi bisa menyebabkan satu mutasi DNA dalam tubuh, maka dalam beberapa tahun ke depan mutasi DNA ini akan terakumulasi dalam tubuh yang bisa menyebabkan kanker. Karena itu tidak ada salahnya untuk mulai berhenti merokok dari sekarang.

(ver/ir)

tomat dan khasiatnya

Buah TomatManfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, beberapa peneliti mendapatkan bahwa tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Selain itu juga ditemukan bahwa gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakan.



Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker.
Kandungan lain yang terdapat dari tomat adalah kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien, yang semua itu sangat menyehatkan tubuh.

Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.

Dimasak Lebih Baik

Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.

Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat un-organik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.

Khasiat buah Tomat diantaranya :
1. Menyembuhkan gusi berdarah. Ambil tomat segar dan cuci bersih, lalu makanlah.
2. Mengatasi sakit perut. Minumlah jus tomat setelah makan.
3. Menghaluskan wajah. Oleskan perasan air tomat pada wajah.